Perkuatan Dinding Tanah dengan Soil Nailing - Ruang Sipil

Breaking

Ruang Sipil

Memberikan Informasi Teknik Sipil

About Author

Kamis, 31 Mei 2018

Perkuatan Dinding Tanah dengan Soil Nailing


Memasuki musim hujan banyak terjadi insiden tanah longsor yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta kurangnya pohon pada area tersebut. Banyak cara untuk mengatasi agar tidak terjadinya tanah longsor seperti pembuatan turap, penanaman pohon dan pembuatan parit kecil untuk jalur air hujan.
Pembuatan dinding penahan tanah harus mengikuti kontur tanah dan kemiringan tanah tersebut, penahan tanah yang umum adalah menggunakan beton vertikal yang dipancang. Sedangkan penahan tanah miring dapat menggunakan metode Soil Nailing, metode ini biasanya untuk kontur tanah lereng yang miring dan sangat curam.
Metode Soil Nailing ini juga dapat digunakan untuk perkuatan dinding terowongan agar beban tanah tidak runtuh terkena air hujan, metode ini ditemukan pertama kali di Negara Prancis pada tahun 1972. Lereng dengan tinggi 18 meter dan kemiringan 70 derajat harus dilakukan pembuatan dinding penahan tanah agar tidak runtuh menimpa jalur rel kereta api.

Pada perkembangan soil nailing semakin berkembang pesat, dari segi biaya, metode ini lebih efisien dan efektif. Soil Nailing saat ini banyak digunakan untuk struktur perkuatan pada tanah galian, struktur sementara maupun struktur permanen.

Cara pembuatan metode ini sangat sederhana namun mempunyai perkuatan yang bagus, Tanah harus dipasangkan dengan menggunakan Nail Head untuk menjadi angkur pengikatnya, terdapat komponen untuk Nail Head seperti mur, plat penahan dengan panjang 200x250 mm dan tebal 19 mm, washer dan headed stud.
Selanjutnya dilakukan pengeboran untuk pemasangan Nail Head dan Centralizer, kemudian dimasukan kedalam lubang dan dicor beton. Pengecoran dapat dilakukan dengan menggunakan dengan tekanan tinggi agar beton menjadi padat pada dinding lereng tersebut.

Selanjutnya pembuatan Wall Facing (Tampilan Dinding) untuk menghubungkan antar batangan-batangan baja (nail head) dan sebagai proteksi permukaan galian tanah agar tidak erosi. Pembuatan wall facing bisa sementara (temporary) ataupun permanen dengan menggunakan shotcrete. 

Drainase pada metode ini dapat di pasangkan lembaran vertikal geokomposit dimuka dinding untuk mengurangi meningkatnya muka air pada lereng tersebut. Pada kaki lereng juga harus disediakan saluran pembuangan untuk air yang telah terkumpul oleh lembaran geokomposit.

Demikian info artikel ini semoga bermanfaat untuk anda. Jangan lupa follow blog kami agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar